Time and Date

Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Thursday, 7 June 2012

Bakal Ada Manusia di Planet Mars pada 2023

Bakal Ada Manusia di Planet Mars pada 2023 TRIBUNNEWS.COM, LONDON - The Dutch, perusahaan luar angkasa independen, berniat menempatkan empat orang di Planet Mars pada April 2023. Diwartakan Daily Mail, Rabu (6/6/2012), tim beranggotakan empat orang yang tergabung dalam Mars One, tidak bakal kembali ke bumi. Mereka akan membangun pemukiman di Mars. Diharapkan, 10 tahun kemudian atau pada 2033, ada 20 orang hidup dan tinggal di pemukiman tersebut. The Dutch sudah bernegosisasi dengan pemasok luar angkasa, termasuk Space X yang baru-baru ini meluncurkan roket pribadinya. The Dutch juga didukung fisikawan pemenang Hadiah Nobel, Gerard ‘t Hoot, serta pencipta Big Brother Paul Romer. Tahun depan, The Dutch mulai melatih astronotn. "Perjalanan ini akan menjadi milik kita semua, dan menjadi alasan yang akan membuat tiap langkah mampu menyatukan kita," demikian pernyataan The Dutch. (*)

Wednesday, 9 May 2012

Nyamuk sebenarnya tak perlu menggigit manusia?

Nyamuk sebenarnya tak perlu menggigit manusia?
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ahli dari University of Minnesota menyebutkan bahwa sebenarnya nyamuk tidak perlu menggigit dan menghisap darah manusia, karena pada akhirnya mereka meludahkan kembali darah yang telah dihisap. Mengapa demikian?


"Selama bertahun-tahun, ahli entomologi berasumsi bahwa keluarga Culicidae (nyamuk) menghisap darah untuk makanan, tetapi ternyata mereka secara eksklusif menggunakan serbuk sari untuk dimakan," tutur kepala peneliti, Dr. Robert Benenson, seperti yang dikutip dari The Onion (08/05).


Para nyamuk segera meludahkan kembali darah manusia setelah menghisapnya atau membawanya kepada manusia lain untuk menularkan penyakit, seperti malaria atau demam berdarah dengue, yang menyebabkan kematian pada jutaan umat manusia.


"Sementara itu, kebutuhan biologis untuk menghisap darah manusia benar-benar hampir tak ada fungsinya, nyamuk menikmati berkeliaran di sekitar manusia dan menyebarkan wabah penyakit mematikan di seluruh dunia. Mereka hanya benar-benar membenci umat kita," lanjut Dr. Robert Benenson.


Dr. Robert Benenson juga mencatat bahwa selain manusia, banyak hewan vertebrata lain yang digigit dan dihisap darahnya oleh para nyamuk. Bukan hanya menggigit, nyamuk pun gemar meninggalkan bercak gatal pada kulit bayi panda, koala, beruang, dan anak anjing, meskipun darah yang mereka hisap tidak mereka gunakan sama sekali. Dasar nyamuk nakal!



Sumber: merdeka

Tuesday, 8 May 2012

Ilmuwan temukan Collodictyon 'makhluk tertua' di bumi

Ilmuwan temukan Collodictyon 'makhluk tertua' di bumi
Sebuah ganggang pemakan mikroskopis yang hidup di sebuah danau di Norwegia mungkin menjadi salah satu organisme tertua di dunia, seperti yang dilansir di Discovery News. Setelah dua dekade meneliti pemakan ganggang mikroskopis yang hidup di sebuah danau di Norwegia, para ilmuwan telah menyatakan itu sebagai salah satu organisme tertua yang hidup di dunia.

Itu sulit dipahami bagaimana makhluk sel tunggal berevolusi sekitar satu miliar tahun yang lalu dan tidak sesuai dengan kategori organisme hidup manapun. Makhluk ini bukan binatang, tanaman, parasit, jamur atau alga, menurut peneliti.

"Kami telah menemukan sebuah cabang yang tidak diketahui dari pohon kehidupan yang hidup di danau ini. Hal ini unik," kata peneliti dari Universitas Oslo, Dr. Kamran Shalchian-Tabrizi.

"Sejauh ini kami tahu tidak ada kelompok organisme lain yang lebih dekat dengan akar pohon kehidupan daripada spesies ini." Makhluk ini telah dinyatakan sebagai genus baru yang disebut Collodictyon.

Para ilmuwan percaya bahwa penemuan ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang gambaran hidup di bumi ratusan juta tahun yang lalu. Collodictyon tinggal di danau lumpur kecil yang disebut �s, 30 km dari selatan Oslo.

Organisme ini memiliki empat flagela seperti baling-baling yang ia gunakan untuk bergerak. Ia hanya dapat dilihat dengan mikroskop dan memiliki panjang sekitar 30 sampai 50 mikrometer.

Seperti tanaman, jamur, alga dan hewan, termasuk manusia, Collodictyon adalah anggota dari keluarga eukariot yang memiliki inti sel tertutup oleh membran, tidak seperti bakteri. Ini bukan makhluk sosial.

Dengan menggunakan karakteristik Collodictyon, para ilmuwan kini dapat menyimpulkan apa yang tampak seperti eukariota prasejarah yang mungkin berupa organisme sel tunggal dengan jari seperti struktur yang digunakan untuk menangkap mangsa mikroskopis.

"Mereka bukan makhluk yang ramah," kata Profesor Klaveness Dag, pimpinan tim peneliti.

"Mereka tumbuh sendiri dan menganut kanibalisme."

Makhluk ini belum ditemukan dimana pun kecuali di danau �s. "Hal ini sangat menarik bahwa kita masih dapat menemukan jenis organisme setelah bertahun-tahun," kata Tabrizi.

"Makhluk ini sudah di luar ruang hidup kita selama jutaan tahun dan kami belum melihatnya."

Collodictyon pertama kali ditemukan di danau sekitar 20 tahun lalu oleh ilmuwan Universitas Oslo yang tahu penemuan itu tidak biasa. Meski begitu, mereka tidak tahu betapa pentingnya itu.



Sumber: merdeka

Rekaman peristiwa hujan aneh di seluruh dunia


Hujan air atau es, mungkin kerap terjadi dan pasti beberapa dari Anda pernah melihat kejadian wajar tersebut. Mungkin, walaupun belum pernah mengalami, Anda juga pernah mendengar kabar mengenai berbagai 'hujan lain' dari langit di beberapa negara.

Sampai sekarang pun telah banyak jawaban yang muncul, namun pencetus jawaban tersebut seakan-akan ingin mencair pembenaran teori mereka sendiri. Akhirnya sampai kini, belum ditemukan jawaban pasti yang disepakati oleh banyak ilmuwan atau peneliti.

Salah satu jawaban yang masuk akal dan mudah dicerna oleh akal adalah seperti yang dituliskan oleh Underworldtales.com adalah obyek-obyek selain salju atau air yang jatuh dari langit tersebut kemungkinan terbawa angin kencang atau tornado dan terlempar jauh ke arah lain.

Morris K. Jessup, seorang Penulis yang sering membuat karya tulis seputar UFO mengatakan hal lain. Dia berpendapat bahwa hal tersebut diakibatkan oleh UFO. "Kemungkinan besar, obyek-obyek yang jatuh dari langit tersebut adalah hasil pembuangan UFO," jelasnya.

Ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah hasil dari teleportasi dan karena terkena medan elektromagnetik. Tidak adanya kesepakatan seperti ini memunculkan banyak spekulasi dan akan terus muncul seiring dengan hujan obyek lain tersebut. Di bawah ini ada beberapa contoh kejadian hujan obyek lain yang pernah terjadi dari tahun ke tahun.

Hujan katak
1873 - Kansas, Missouri, Amerika Serikat
1901 - Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat
1981 - Naphlion, Yunani
1995 - Nellie Straw, Sheffield, Inggris
2009 - Ishikawa pref., Jepang

Hujan ikan
1830 - India
1861 - Singapura
1947 - Marksville, Louisiana, Amerika Serikat
1948 - Bournemouth, Inggris
1956 - Chilatchee, Alabama
1966 - Sydney, Australia
1989 - Ipswich, Inggris

Hujan daging dan darah
1841 - Tennessee, Amerika Serikat
1849 - Simpon County, North Carolina, Amerika Serikat
1869 - Los Nietos Township, California, Amerika Serikat
1876 - Olympian Springs, Kentucky, Amerika Serikat
1890 - Messignadi, Calabria, Italia

Hujan kepiting
1996 - Tasmania, Australia

Hujan butiran jagung
1982 - Kansas, Amerika Serikat

Hujan cumi-cumi
1997 - Kepulauan Falkland, Argentina

Hujan jelly
1979 - Frisco, Texas, Amerika Serikat
2008 - Skotlandia

Hujan burung
2011 - Beebe, Arkansas, Amerika Serikat

Hujan uang
1940 - Meshehera, Rusia
1956 - Bristol, Inggris
1957 - Boruges, Perancis
1976 - Limburg, Jerman
1982 - Manchester, Inggris






Sumber: merdeka

Antara kentut, global warming, dan dinosaurus


Dinosaurus memiliki ukuran besar yang membuat mereka doyan makan untuk membantu metabolisme tubuh mereka. Dari makanan yang mereka makan, maka akan melahirkan gas methane di dalam perut dinosaurus-dinosaurus tersebut.

Seorang peneliti dari Universitas John Moore, Liverpool, Inggris bernama David Wilkinson mengemukakan bahwa seekor Sauropods atau dinosaurus yang tergolong dalam keluarga Brontosaurus dalam satu tahun dapat mengeluarkan gas sebanyak 520 ton.

BBC.co.uk mengutip bahwa apabila satu dinosaurus saja menghasilkan gas methane sebanyak itu, maka berapa juta ton yang ditampung bumi apabila seluruh dinosaurus mengeluarkan gas secara bersamaan. Wilkinson mengungkapkan, "Dari gas-gas yang tercipta, maka hal tersebut merupakan salah satu faktor terjadinya global warming di era dinosaurus."

Wilkinson juga mengatakan bahwa di dalam perut dinosaurus manapun, terdapat banyak mikroba yang menghasilkan gas methane. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa suhu pada era Mesozoic sekitar 10 derajat celcius. Namun, akhirnya sekitar 10 derajat celcius. Namun, dengan adanya penelitian ini, kemungkinan asumsi awal dari suhu di era tersebut bisa saja berubah.

"Karena banyaknya dinosaurus yang hidup di suatu era, maka dipastikan gas methane di bumi juga sangat banyak," lanjut Wilkinson. Dengan banyaknya gas methane di suatu era, maka suhu udara juga akan bertambah panas. Wilkinson mencoba membandingkan�gas methane yang dihasilkan oleh seekor sapi dengan Sauropods.

Seekor sapi hanya menghasilkan gas methane sebanyak 50 sampai 100 ton dalam setahun, dan Sauporods menghasilkan sekitar 520 ton dalam setahun. Cukup masuk akal, apabila satu dinosaurus saja mengeluarkan gas methane sebesar itu, seberapa panas permukaan bumi apabila semua dinosaurus mengeluarkan gas methane dengan jumlah yang sama? So, jangan hambur-hamburkan gas methane Anda agar global warming tidak bertambah parah di saat sekarang ini alias dilarang kentut sembarangan.



Sumber: merdeka

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com